Contact Form

Name

Email *

Message *

Mahasiswi Cantik ini Buka Bisnis Kuliner Langka di Banjarbaru

October 23, 2017
Kota Banjarbaru benar-benar memanjakan para penikmat kuliner lezat. Kuliner daerah, kuliner khas Banjarbaru hingga kuliner langka ada di kota seluas 371 kilometer persegi ini. Menariknya bisnis kuliner langka burung belibis (Dendrocygninae) ini ternyata milik mahasiswi ULM yang juga mantan atlet karate peraih emas di ajang O2SN 2010.
BERI.WEB.ID - Kota Banjarbaru benar-benar memanjakan para penikmat kuliner lezat. Kuliner daerah, kuliner khas Banjarbaru hingga kuliner langka ada di kota seluas 371 kilometer persegi ini. Menariknya bisnis kuliner langka burung belibis (Dendrocygninae) ini ternyata milik mahasiswi ULM yang juga mantan atlet karate peraih emas di ajang O2SN 2010.

Namanya Rini Hidayatillah. Mahasiswi semester akhir Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini belum genap dua bulan menjalankan bisnis kuliner burung belibis di Pondok Makan Familly Jl A Yani Km32 Banjarbaru persis di seberang Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banjarbaru. Namun begitu, dalam sebulan permintaan kuliner burung langka ini tak kurang dari 60 ekor.

Disebut kuliner langka, karena tak banyak rumah makan yang menyuguhkan menu burung belibis. Disisi lain, perlu usaha keras untuk memperoleh burung dengan habitat hidup daerah rawa ini. Rini mengaku memperoleh unggas pandai bersiul ini dari pemburu burung liar. Para pemburu biasanya memperoleh belibis dengan cara menjaring atau memancing dengan burung pemikan yang diperoleh dari burung belibis jinak. Kebayang kan menjinakan belibis liarnya saja sudah susah.

“Tak tentu, kadang sehari diantari 15 ekor, kadang tidak dari Barabai atau Amuntai. Tapi suplainya ada saja,” ujarnya.

Tak jarang kata Rini, pemburu burung liar ini juga harus berburu hingga ke Kalimantan Timur. Sebab saat musim penghujan, belibis akan sulit dijumpai di daerah habitatnya. “Seperti musiman gitu. Kalau musim kemarau, mudah saja mencari burung ini, tapi kalau hujan susah. Jadi saat musim kemarau kita banyak-banyak menyetok,” katanya.

Soal rasa, jangan ditanya. Harga per ekor yang dibandrol Rini untuk kuliner burung belibis goreng atau bakar Rp80.000 rasanya cukup setimpal dengan kelezatannya. Dinikmati dengan saus gula merah yang sudah dimasak dengan bumbu rempah warisan keluarga, kuliner ini benar-benar menggoda. Apalagi ditambah kuah sop khas dan sambal gorengnya, rasanya cukup untuk membayar rasa penasaran akan kuliner langka ini.

Kota Banjarbaru benar-benar memanjakan para penikmat kuliner lezat. Kuliner daerah, kuliner khas Banjarbaru hingga kuliner langka ada di kota seluas 371 kilometer persegi ini. Menariknya bisnis kuliner langka burung belibis (Dendrocygninae) ini ternyata milik mahasiswi ULM yang juga mantan atlet karate peraih emas di ajang O2SN 2010.

“Sausnya mama sendiri yang bikin di Barabai. Jadi belibis dan sausnya itu resep warisan keluarga,” pungkas Rini. [red]

Kota Banjarbaru benar-benar memanjakan para penikmat kuliner lezat. Kuliner daerah, kuliner khas Banjarbaru hingga kuliner langka ada di kota seluas 371 kilometer persegi ini. Menariknya bisnis kuliner langka burung belibis (Dendrocygninae) ini ternyata milik mahasiswi ULM yang juga mantan atlet karate peraih emas di ajang O2SN 2010.

Kota Banjarbaru benar-benar memanjakan para penikmat kuliner lezat. Kuliner daerah, kuliner khas Banjarbaru hingga kuliner langka ada di kota seluas 371 kilometer persegi ini. Menariknya bisnis kuliner langka burung belibis (Dendrocygninae) ini ternyata milik mahasiswi ULM yang juga mantan atlet karate peraih emas di ajang O2SN 2010.
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment