Cara Berbinis Investasi Tanah Agar Menguntungkan

BISNIS invetasi tanah memang bukan seperti jualan gorengan yang dalam waktu singkat habis terjual dan modal cepat berputar. Namun begitu, bukan tidak mungkin investasi tanah ini perputaran modalnya bisa dilakukan dengan cepat. Hal terpenting adalah, bisnis investasi tanah ini harus menguntungkan, baik dari sisi nilai maupun waktu.


BISNIS invetasi tanah memang bukan seperti jualan gorengan yang dalam waktu singkat habis terjual dan modal cepat berputar. Namun begitu, bukan tidak mungkin investasi tanah ini perputaran modalnya bisa dilakukan dengan cepat. Hal terpenting adalah, bisnis investasi tanah ini harus menguntungkan, baik dari sisi nilai maupun waktu.

Berikut beberapa cara yang bisa anda tempuh agar bisnis investasi tanah anda benar-benar menguntungkan yang saya kutip dari pengalaman narasumber maupun berbagai sumber di dunia maya.


A. Lokasi Tanah


Sebelum berminat mengembangbiakkan duit lewat berinvestasi tanah, ada baiknya kenali dulu jenis-jenis tanah untuk investasi. Setidaknya bisa menjadi patokan dalam membeli tanah seperti dikutip dari blog.duitpintar.com:

Tanah yang belum berprospek pembangunan

Jenis tanah ini belum masuk dalam rencana tata ruang yang spesifik. Misalnya saja, apakah untuk kawasan industri atau pemukiman. Maka itu membeli tanah jenis ini sifatnya spekulatif, tapi harganya lebih miring.

Jika prediksi tepat maka di kawasan itu dibangun permukiman, pusat industri, dilewati jalan, atau pembangunan infrastruktur. Dan otomatis maka harga tanah merangkak naik. Begitu pun sebaliknya jika prediksi meleset. Harga tanah bakalan tetap statis.

Tanah yang berada di lokasi strategis

Biasanya lokasinya dekat dengan pusat kota, ada akses jalan raya, sudah terbangun infrastruktur, tersedia fasilitas umum dan sosial. Harganya pasti mahal dibanding tanah yang belum ada prospek pembangunan. Artinya menanamkan tanah di lokasi strategis butuh modal yang besar.

Tanah ideal

Maksudnya tanah ideal adalah dari luasannya. Maksudnya, ada rumus ideal dalam menentukan bentuk tanah yang ideal. Kebanyakan patokannya adalah lebar tanah di kisaran 40-75 persen.

Konkretnya, tanah ideal itu yang berukuran 12X20 meter persegi, 8X18 meter persegi, 12X20 meter persegi, dan lain-lain. Tanah dengan ukuran itu sempurna untuk didirikan bangunan. Lebih-lebih jika bentuk tanahnya trapesium yang banyak dicari orang.

Patokan tambahan

Ada unsur lainnya yang menjad patokan dalam memilih lokasi tanah yang bagus. Sebut saja kemiringan tanah, kepadatan tanah, lingkungan sekitar, dan sebagainya.

Pertimbangan tipe tanah kavling

Setelah tahu patokan dalam memilih tanah, pertimbangan lainnya adalah melihat tipe tanah kavling yang sesuai dengan letak dan posisinya terhadap lingkungan sekitar. Dalam buku “Menjadi Kaya melalui Properti” karya pengamat properti Panangian Simanungkalit, dibeberkan enam tipe tanah kavling.

1. Tipe kuldesak


Tipe kavling ini lokasinya di ujung jalan buntu. Sedangkan ke bagian belakang makin melebar. Terbilang cocok dibangun rumah tinggal meski nilai minusnya adalah area depannya sempit untuk lahan parkir.

2. Tipe interior lot


Tipe tanah kavling ini berada di tengah-tengah perumahan. Minusnya hanya memiliki satu pandang ke depan saja tapi bagus dari segi keamanan.

3. Tipe corner lot

Sebutan lainnya adalah tanah hook atau di sudut. Lantaran di sudut, biasanya ada kelebihan tanah. Biasanya tipe kavling tanah ini banyak dimanfaatkan untuk bangunan komersial karena muka bangunan lebih luas.

4. Tipe intersection lot


Disebut juga sebagai tipe tanah tusuk sate. Nilai plusnya ada di pandanganya yang luas tapi dinilai kurang aman dari segi keamanan.


5. Tipe key lot


Tanah tipe ini berlokasi di tengah-tengah yang mengunci bangunan di sekelilingnya. Nilai lebihnya ada pada bentuknya yang memanjang ke belakang dengan area parkir yang luas.

6. Tipe flag lot

Dari istilahnya bisa ditebak bentuknya seperi bendera. Mirip huruf L. tipe kavling ini tak cocok didirikan bangunan komersial.

Setelah tahu patokan apa saja yang menjadi pertimbangan, sekarang saatnya berburu lokasi tanah dengan harga terbaik. Terbaik di sini pengertiannya lebih miring.


B. Kondisi Tanah

Kondisi tanah ini meliputi banyak hal, diantaranya adalah bentuk tanah, kerataan dan kepadatan tanah, ukuran tanah, dan hadap tanah, semua hal ini sangat penting Anda pertimbangkan.

Seperti dikutip dari laman cermati.com, untuk kerataan dan kepadatan tanah, ini juga akan menjadi masalah tersendiri bagi Anda karena pembeli lebih menyukai tanah yang rata dan juga padat, tanah yang tidak rata dan tidak padat tentu membutuhkan biaya untuk memperbaikinya, dan hal ini akan menjadi kelemahan dalam proses negosiasi, imbasnya adalah pembeli akan meminta potongan harga kepada Anda.


C. Legalitas Tanah


ini berkaitan dengan hak atas tanah tertentu, dan hak atas tanah ini bisa bermacam-macam, di antaranya hak sewa, hak pakai, hak milik, dan sebagainya. Kalau Anda membeli tanah tersebut bertujuan untuk memilikinya, pastikan bahwa hak yang Anda dapat merupakan hak milik atas tanah tersebut, dan pastikan bahwa surat-surat dari tanah tersebut atau sertifikat hak milik lengkap dan keabsahan yang sudah jelas.

Namun demikian, Anda tidak perlu terlalu mencemaskan hal tersebut. Untuk itu, jangan sungkan untuk bertanya kepada ahlinya, dalam hal ini notaris yang berpengalaman.


D. Pastikan Keuangan Stabil

Investasi tanah ini akan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih lama. Dibandingkan dengan dua tahun, tanah akan lebih menguntungkan jika Anda jual ketika sudah lima tahun. Hal ini seperti yang sudah dibahas diatas bahwa harga tanah setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.

Dalam masa tunggu ini, Anda harus benar-benar memperhatikan keuangan Anda agar tidak collapse. Kenapa demikian? Bisa dibayangkan jika di tengah-tengah masa tunggu Anda kesulitan uang, apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja terpaksa menjual tanah yang Anda miliki. Kalau tingkat keuntungan yang Anda harapkan sudah tercapai tidak masalah. Akan tetapi jika masa tunggu tanah baru satu atau dua tahun, tentu saja hal ini akan jauh menurunkan tingkat keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Pada dasarnya masa tunggu satu atau dua tahun pun sudah mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual. Akan tetapi, apakah selisih tersebut sudah dapat menutupi biaya-biaya lain yang telah Anda keluarkan, seperti biaya balik nama, pajak, biaya mengurus surat-surat, serta biaya-biaya lainnya. Bisa jadi, selisih harga beli dengan harga jual tersebut habis hanya untuk menutupi biaya-biaya tersebut, lalu apa untungnya? Padahal di sini Anda sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran.  (red)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel