Memulai Usaha Kuliner dengan Modal Kecil



USAHA kuliner dengan modal kecil bukan hal tak mungkin. Bahkan peluang bisnis kuliner ini terbilang peluang usaha yang menjanjikan. Sebab, kuliner di jaman sekarang lebih dari sekedar kebutuhan, namun juga gaya hidup. Siapa yang jeli melihat pasar, dia juga akan mampu memulai bisnis kuliner ini hanya dengan modal yang kecil.

USAHA kuliner dengan modal kecil bukan hal tak mungkin. Bahkan peluang bisnis kuliner ini terbilang peluang usaha yang menjanjikan. Sebab, kuliner di jaman sekarang lebih dari sekedar kebutuhan, namun juga gaya hidup. Siapa yang jeli melihat pasar, dia juga akan mampu memulai bisnis kuliner ini hanya dengan modal yang kecil.


1. Menentukan Target Pasar Kuliner


Tentukan target pasar secara spesifik. Jika anda mentarget pasar di kawasan kampus, maka kuliner yang tepat anda jual dengan segment pasar seperti ini adalah kuliner yang murah sesuai kantong mahasiswa.

Tak cukup sampai disitu, karakter pasar mahasiswa juga identik dengan gaya hidup. Karenanya, kuliner dengan harga terjangkau dengan konsep tempat bergaya cafe, santai, nyaman untuk nongkrong adalah pilihan cerdas memulai usaha di tempat ini.

Prinsipnya adalah, ketika anda menentukan target pasar kuliner anda secara spesifik, anda akan mudah menentukan formula strategi pasar seperti apa yang akan ada buat untuk menjalankan usaha kuliner ini.

2. Modal Awal Usaha Kuliner


Karena yang kita bahas adalah modal kecil, maka sebaiknya anda lakukan bisnis ini sendiri. Maksudnya adalah, anda tidak perlu mencari rekanan yang bisa diajak kerjasama. Atau anda juga tidak perlu meminjam ke koperasi atau bank untuk UMKM. Sisi baiknya memulai usaha dengan modal kecil ini, anda akan banyak belajar bagaimana merintis usaha kuliner dari nol.

Untuk memulai usaha dengan modal kecil ini, anda bisa memulainya dengan fokus pada sektor hilir (pemasaran) usaha kuliner ini. Untuk memasarkan produk, anda tidak perlu modal yang besar. Cukup memiliki koneksi ke pembuat kuliner dan keahlian merayu calon konsumen, anda sudah bisa memperoleh keuntungan dari setiap produk kuliner yang berhasil anda jual. Nah, selisih keuntungan ini bisa anda kumpulkan atau anda putar kembali menjadi modal usaha.

3. Tempat Usaha Kuliner


Pilihlah lokasi usaha yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan. Jangan sampai modal Anda terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha, Anda pun dapat melakukannya tanpa mempunyai tempat usaha tapi dengan menitip produk usaha Anda dengan memilih ke lokasi strategis atau tempat usaha mitra Anda.

Sejumlah lokasi usaha makanan yang strategis antara lain di sekitar sekolah atau kampus, kawasan perkantoran, lingkungan pasar dan mal, perumahan, dan tempat wisata.

4. Menu dan Inovasi Usaha Kuliner


Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu, pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana guna mengurangi tingkat persaingan. Namun pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.

Pemenang bisnis makanan merupakan pengusaha yang selalu berinovasi tinggi untuk menciptakan makanan yang berbeda, sehingga produk tersebut lebih mudah dicari dan dibedakan oleh konsumen. Jadi tidak masalah produk yang dijual sudah ada di pasaran, asalkan produk yang dijual tersebut berbeda secara inovasi dengan produk yang sudah beredar.

5. Sikap dan Perilaku


Penting untuk menjaga sikap maupun perilaku Anda saat berhadapan konsumen, semakin Anda ramah dan sopan maka akan semakin banyak konsumen yang berniat menjadi pelanggan Anda. Coba Anda bayangkan apakah Anda mau berbelanja pada pedagang yang sombong, pelit atau jutek? Apalagi kalau kucel dan dekil. [*]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel