Strategi Bisnis Memasarkan Properti atau Menjual Rumah

harus belajar lagi menyusun strategi bisnis atau langkah-langkah memasarkan properti. Mulai dari membuat konten detail properti, menentukan target hingga membuat penawaran menarik bagi calon pembeli.

BERI.WEB.ID - Bulan lalu saya diminta seorang teman menjualkan rumah keluarganya di Banjarbaru. Terus terang, ini pengalaman baru karena harus belajar lagi menyusun strategi bisnis atau langkah-langkah memasarkan properti. Mulai dari membuat konten detail properti, menentukan target hingga membuat penawaran menarik bagi calon pembeli.

Langkah pertama yang biasanya dilakukan marketer ialah menentukan spesifik market. Dari sini mereka akan mentarget siapa calon pembeli properti yang ingin mereka tuju. Informasi demografi, profesi, dan domisili calon pembeli penting menjadi acuan sudah tepatkan mentarget calon pembeli ini.

Perlu dipahami pula bahwa, menentukan target spesifik seperti ini akan sangat membantu anda membuat materi atau konten penawaran. Beda profesi beda pula selera dan beda cara memahami komunikasi.

Langkah kedua,
anda harus membuat konten atau materi yang detail tentang rumah yang akan anda pasarkan. Detail dan informasi lengkap akan sangat berharga bagi calon konsumen anda. Tidak sedikit calon konsumen yang akhirnya membantu kita sebagai marketer sukarela karena konten rumah yang kita sampaikan sangan informatif dan detail.

Nah, informasi detail ini tak hanya soal material bangunan rumah itu saja, namun juga gaya arsitekturnya, status pembangunan baru dibangun atau sudah lama dibangun, surat-surat yang lengkap dan tak bermasalah juga sangat penting bagi calon pembeli properti.

Langkah ketiga
, tawarkan nilai lebih ketika membeli properti atau rumah anda. Anda tentu sering mendengar istilah, lokasi strategis, dekat dengan fasilitas publik dan lain sebagainya. Benar jika itu dikatakan salah satu nilai lebih dari properti anda. Namun, jangan pernah terpaku pada penawaran seperti itu saja. Sebab tidak semua properti yang harus anda jual berada di lokasi strategis.

Anda bisa menawarkan nilai lebih berupa garansi dan jaminan dalam waktu tertentu. Misalnya, garansi surat-surat rumah, garansi pengurusan ke notaris termasuk gratis biayanya, garansi jika ada kerusakan, bahkan garansi mencarikan pengontrak rumah. Prinsipnya, anda harus yakin bahwa calon konsumen anda tidak akan kecewa dengan anda.

Nilai lebih yang lainnya bisa juga berupa bonus atau hadiah menarik. Berikan penawaran yang baik dengan hadiah gratis misalnya seperti perabotan rumah, alat elektronik, atau gratis furniture eksklusif. Atau bisa juga anda tawarkan bonus menikahi janda... ahahaha... yang ini saya bercanda. Hadiah itu tentu saja sudah anda hitung dan anda masih memperoleh untung.

Langkah keempat
, pasang iklan properti di banyak tempat. Termasuk misalnya di blog saya atau di portal berita yang saya kelola seperti radarbanjarmasin.co.id | kalsel.prokal.co Sebab dengan memasang iklan di media online yang saya kelola, anda akan mendapatkan keuntungan lebih. Beriklan lebih efektir, konten anda juga diendorse di kanal media sosial official maupun unofficial.

Lalu pertanyaannya, apakah saya berhasil closing atau menjual properti teman saya tadi ? jawabannya TIDAk. Ahahahaha... anda mungkin akan menyebut saya gila... iya. Karena target saya bisa closing tiga hari, ternyata baru terjual dihari ketujuh. 


Saya sih bisa saja ngeles. Saya tak punya cukup banyak waktu untuk menjual properti teman saya itu, karena pekerjaan utama saya sudah menyita banyak waktu hidup saya. Proses marketing itu saya lakukan hanya lewat media online. Maafkan saya, semoga bermanfaat. [red]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel