Wow..! Inilah 13 Teknologi Canggih yang Dipakai di Asian Games 2018

Asian Games 2018 tak sekedar perhelatan pesta olahraga. Ajang ini juga sekaligus uji kecanggihan teknologi untuk mensukseskan laga 16.000 atlet dan official dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Apa saja teknologi tersebut ? berikut ulasannya.

Asian Games 2018 tak sekedar perhelatan pesta olahraga. Ajang ini juga sekaligus uji kecanggihan teknologi untuk mensukseskan laga 16.000 atlet dan official dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Apa saja teknologi tersebut ? berikut ulasannya.

1. Jaringan 5G

Menggunakan teknologi generasi kelima 5G di 175 titik, diantaranya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Si Jalak Harupat, dan Jakabaring Palembang. Teknologi ini diujicobakan PT Telkomsel selama Asian Games 2018. Kecepatannya mencapai 16,5 gigabyte per detik (gbps). Ada juga 967 akses point wifi highdens gratis di Stadion GBK dan Jakabaring.

Asian Games 2018 tak sekedar perhelatan pesta olahraga. Ajang ini juga sekaligus uji kecanggihan teknologi untuk mensukseskan laga 16.000 atlet dan official dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Apa saja teknologi tersebut ? berikut ulasannya.

2. Kendaraan listrik tanpa sopir

Teknologi ini bernama Navya Autonom Shuttle milik perusahaan plat merah Telkomsel. Mobil ini hanya mampu beroperasi dengan kecepatan maksimal 25 kilometer (km) per jam. Kendaraan ini dikendalikan lewat sensor pendeteksi jalan jarak jauh yang disebut Lidar (Light Detection and Ranging).

3. Hawk eye

Teknologi yang satu ini berfungsi membantu wasit dalam bulutangkis. Operasional menelan biaya Rp 85 juta per unit setiap harinya.Sepanjang Asian Games 2018 software keluaran Swiss Score ini terpasang sebanyak dua unit yang dibiayai oleh Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC).

4. Ratusan Lampu LED Ribuan Watt

Tak kurang dari 610 Light Emitting Diode(LED) lighting system di Stadion GBK. Masing-masing lampu memiliki daya 1.500 watt, dengan tingkat kecerahan 3.500 lumen. Penyelenggara memasang sedikitnya 1.293 unit panel surya di atap stadion yang menghasilkan listrik 450 kilowatt. Sistem penerangan ini digadang-gadang menghemat energi hingga 500 persen.

5. Tata suara yang terintegrasi dengan sistem pencahayaan stadion atau interactive dynamic system.

6. Papan digital dari Seiko untuk menampilkan waktu, skor, dan momen menarik.

Asian Games 2018 tak sekedar perhelatan pesta olahraga. Ajang ini juga sekaligus uji kecanggihan teknologi untuk mensukseskan laga 16.000 atlet dan official dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Apa saja teknologi tersebut ? berikut ulasannya.

7. CCTV Pengenal Wajah

Ada sekitar 250 closed-circuit television(CCTV) yang terintegrasi dengan teknologi face recognitionatau pengenalan wajah. Kualitas kameranya mencapai 7K. Teknologi dipakai penyelenggara ini untuk mengantisipasi tindak terorisme.

8. E-ticket berbentuk e-voucher berteknologi quick response(QR) code.

9. TI Korea Selatan


Menggunakan Sangyong Information and Communication Corporation (SICC). SICC merupakan penyedia teknologi informasi dalam Asian Games 2014 Incheon, Olimpiade 2012 London, hingga Piala Dunia Korea dan Jepang 2002. SICC menjamin kelancaran jaringan, perangkat lunak (sofware), dan perangkat keras (hardware) dalam gelaran internasional ini.

10. AGIS

Asian Games Information System (AGIS). Sistem informasi ini bertanggung jawab terhadap sistem transportasi, jadwal siaran langsung, profil para atlet dan negara asal mereka, catatan rekor, informasi arena pertandingan, hasil kejuaraan, serta titik kendali jadwal.

11. Tim Siber

Sistem back-up dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang melibatkan 30 ahli, untuk mengantisipasi risiko serangan siber selama Asian Games.

Asian Games 2018 tak sekedar perhelatan pesta olahraga. Ajang ini juga sekaligus uji kecanggihan teknologi untuk mensukseskan laga 16.000 atlet dan official dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Apa saja teknologi tersebut ? berikut ulasannya.

12. Teknologi rekayasa cuaca

Teknologi ini dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dimanfaatkan untuk membasahi lahan gambut di Sumatra Selatan, guna mencegah kebakaran lahan dan hutan.

13. Challenge system

Teknologi ini serupa teknologi VAR (Video Assistant Referee) di sepakbola. Challenge system ini merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai pendeteksi keluar masuknya bola pada base line. [red]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

https://www.beri.web.id/search/label/Tempat%20Makan