Demi Keamanan, Selandia Baru Menolak Teknologi Huawei

Pemerintah Selandia Baru menganggap ada resiko keamanan jaringan yang signifikan pada teknologi 5G. Operator setempat, Spark mengaku kecewa.

Pemerintah Selandia Baru menganggap ada resiko keamanan jaringan yang signifikan pada teknologi 5G. Operator setempat, Spark mengaku kecewa.


PEMERINTAH Selandia Baru melarang Huawei memasok perangkat jaringan 5G kepada Spark, operator di negara tersebut.

Kebijakan ini dikeluarkan Selandia Baru menyusul kerjasama Huawei dengan Spark untuk menyediakan jaringan telekomunikasi. Keduanya bahkan sudah memamerkan uji coba jaringan 5G kepada publik. Uji coba itu juga dihadiri Menteri Penyiaran Selandia Baru, Clare Curran.

Keputusan menolak teknologi Huawei sendiri dikeluarkan Direktur Jendral Komunikasi keamanan Pemerintah Selandia Baru, Andrew Hampton.

Mengutip laman The Guardian, Jumat (30/11/2018) Hampton mengaluarkan pernyataan bahwa pihanya menemukan resiko keamanan jaringan yang signifikan saat memeriksa rencana yang telah disusun operator Spark.

Sementara itu, Spark dalam sebuah pernyataannya mengaku kecewa atas keputusan Pemerintah Selandia Baru.

Spark menyatakan masih berminat menggunakaan teknologi 5G Radio Access Network milik Huawei. Spark optimis bisa menghadirkan jaringan 5G di negaranya pada 2020.

Keputusan Pemerintah Selandia Baru ini sebanarnya mengikuti langkah yang telah diambil Amerika Serikat. Presiden Donald Trump pada Agustus lalu menandatangani undang-undang yang melarang lembaga eksekutif pemerintah menggunakan teknologi Huawei.


Alasan Dibalik Pelarangan Teknologi 5G Huawei


Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih keras terhadap berbagai perusahaan teknologi asal China. Trump memberlakukan aturan ketat bagi perusahaan China untuk masuk ke AS.

Beberapa perusahaan yang terkena imbas pelarangan itu adalah Huawei, ZTE, dan Fujian Jinhua Integrated Circuit Company. Ketiga raksasa teknologi China ini dianggap mengancam perusahaan AS dan keamanan nasional AS sehingga ekspansinya harus dibatasi.

Lalu apa alasan Trump keras melarang ekspansi perusahaan teknologi China terutama perangkat 5G milik Huawei?

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip BGR.com, AS khawatir teknologi 5G dapat digunakan China untuk memata-matai dan menguntit AS.

AS juga khawatir China akan menguasai teknologi 5G sebelum perusahaan AS mengembangkan teknologi ini.

Februari 2018, agen intelijen AS mengatakan produk Huawei dan ZTE bisa digunakan untuk tujuan spionase.

Sekedar diketahui, AT&T dan Verizon, akan mulai menerapkan 5G di AS tahun ini. Langkah serupa juga akan diikuti T-Mobile dan Sprint pada tahun yang akan datang. [red]

0 Response to "Demi Keamanan, Selandia Baru Menolak Teknologi Huawei"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Link Tengah Artikel 1

Iklan Link Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel