Properti Berbasis Transit Oriented Bakal Jadi Trend

Properti berbasis transit oriented development (TOD) bakal menjadi trend pengembangan properti di kota-kota besar pada tahun yang akan datang. Pasalnya, kecenderungan pasar akan lebih besar untuk memilih properti yang memiliki akses ke berbagai sarana transportasi publik.


Properti berbasis transit oriented development (TOD) bakal menjadi trend pengembangan properti di kota-kota besar pada tahun yang akan datang. Pasalnya, kecenderungan pasar akan lebih besar untuk memilih properti yang memiliki akses ke berbagai sarana transportasi publik.

KARENANYA tidak heran, sepanjang jalur transportasi massal seperti kereta, comuter line, MRT, BRT cenderung kian digemari pengembang properti.

Salah seorang pengamat properti, David Cornelis seperti dikutip dari laman bisnis.com, Rabu (5/12/2018) mengatakan trend properti TOD akan menjadi trend di kota-kota besar yang mengusung konsep smart city. Alasannya, pasar akan lebih memilih properti yang memiliki akses transportasi bebas macet dan polusi.

"Properti berbasis TOD semakin dicari tahun ini. Tahun mendatang trennya sudah ke arah sana, pembangunan properti yang orientasinya adalah transit dari multimoda transportasi,seperti LRT dan MRT," kata David.

Dia menilai properti di kawasan tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar. Sebab, ada potensi ceruk pasar yang pasti dan membutuhkan hunian.

Dia mencontohkan kasus di Jakarta misalnya. Data Badan Pusat Statisik (BPS) merilis jumlah penduduk DKI Jakarta pada mencapai 10,37 juta jiwa pada 2017. 


Jumlah penduduk tersebut masih bertambah setiap harinya dengan keberadaan warga yang menghuni daerah sisi luar Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang, namun memiliki pekerjaan di Jakarta.

Sementara, kendaraan yang berada di Jakarta ada sekitar 18 juta unit. Dengan total panjang jalan di DKI Jakarta yang sekitar 7000 km, dampaknya adalah terjadinya kemacetan yang terjadi hampir setiap hari.

Kerugian akibat kemacetan ini, diperkirakan tembus Rp6 triliun setiap tahunnya. Oleh karena itu, pemerintah membangun sistem transportasi massal yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas problem kemacetan.

Oleh karena itu, pengembangan TOD ke depannya mengintensifkan rasio luas lantai, luas ruang hijau, dan desain yang berorientasi pada transit dan pejalan kaki.

Peluang TOD ini sudah dibidik PT Adhi Commuter Properti anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Perusahaan plat merah ini sedang mengembangkan proyek TOD yang menyatu dengan stasiun LRT Jakarta-Bogor-Depok dan Bekasi. Salah satunya LRT City-Urban Signature Ciracas.

Project Director LRT City Ciracas - Urban Signature Taufiq Hardiyansyah mengatakan proyek tersebut direspon positif oleh pasar. Sejak diluncurkan, sampai saat ini sudah terjual 49 persen.

Dalam kurun satu tahun, LRT City Ciracas telah mengalami kenaikan harga lebih dari 25 persen. Saat ini sudah dibandrol dengan harga mulai dari Rp500 juta-an.

Selain itu, LRT City Jaticempaka – Gateway Park, proyek kerja sama operasional dengan Urban Jakarta Propertindo, juga mendapatkan respon positif dari pasar.

Accordia yang dibangun dengan 16 lantai dengan jumlah 529 unit, sudah terjual 90 persen.
Nilai penjualan pada menara pertama sebesar Rp245 miliar dengan harga awal unit Rp390 juta per unit.

Konsumen Gateway Park mayoritas berdomisili Bekasi dan Jakarta Timur, dan 75 diantaranya adalah konsumen end user. [red]

0 Response to "Properti Berbasis Transit Oriented Bakal Jadi Trend"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Link Tengah Artikel 1

Iklan Link Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel