4 Serangan Siber yang Menghantui di 2019

Teknologi semakin maju. Potensi serangan keamanan dunia siber (online) pun kian meningkat. Bahkan di 2019, sebuah perusahaan keamanan siber dunia mengumukan ada 4 potensi serangan siber tahun ini.

Teknologi semakin maju. Potensi serangan keamanan dunia siber (online) pun kian meningkat. Bahkan di 2019, sebuah perusahaan keamanan siber dunia mengumukan ada 4 potensi serangan siber tahun ini.Avast mengumumkan laporan potensi serangan siber di 2019. Perusahaan keamanan siber dunia itu melaporkan dalam sehari ada satu juta file baru yang diunggah. Dalam sebulan perusahaan ini mencegah tak kurang dari dua miliar serangan siber.

President of Consumer Avast Ondrej Vlcek sebagaimana dilansir Tempo (18/2/2019) mengatakan selama 30 tahun mencermati lanskap ancaman siber, seiring waktu resiko keamanan menjadi sangat kompleks.

Berikut 4 potensi serangan siber yang menghantui di 2019 :

1. Adversarial AI


Hadirnya teknologi Artificial Intellegence (AI) juga memicu ancaman keamanan teknologi ini. Avast memperkirakan munculnya serangan atau ‘DeepAttacks’ yang menggunakan AI-generated content untuk menghindari kontrol keamanan AI.

Contohnya seperti yang terjadi pada 2018, banyak contoh para peneliti menggunakan algoritma adversarial AI untuk mengelabui netter.

Seperti video palsu Obama yang dibuat Buzzfeed. Dalam video tersebut, Obama tampak menyampaikan kalimat palsu, dengan cara penyampaian yang meyakinkan.

2. Semakin Canggihnya IoT (Internet of Thing)


Tren perangkat pintar sangat menonjol. Kedepan bukan tidak mungkin, akan sulit menemukan peralatan rumah yang tidak terhubung ke internet. Sementara, perangkat pintar (smart home,red) ini umumnya memberikan opsi keamanan yang tertanam pada perangkat.

Bukan tidak mungkin malware IoT smart home ini terus berevolusi menjadi lebih canggih dan berbahaya. Perkembangan ini serupa dengan evolusi malware pada PC dan ponsel.

3. Serangan Router


Serangan pada router telah terbukti menjadi target yang mudah dan marak bagi gelombang serangan siber. Avast melihat peningkatan malware berbasis router pada 2018 dan ada perubahan karakteristik dalam setiap serangannya.

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui jaringan atau Internet, lewat sebuah proses routing.

Avast memprediksi, pada 2019 akan ada peningkatan pembajakan router. Contohnya seperti yang digunakan untuk mencuri kredensial perbankan. Router yang terinfeksi menyuntikkan frame HTML berbahaya ke halaman web tertentu.

Router bakal terus digunakan sebagai target serangan. Bukan hanya memata-matai pengguna, namun juga sebagai tautan perantara serangan berantai.

4. Evolusi Ancaman Seluler


Phishing dan aplikasi palsu dalam dunia periklanan diprediksi bakal terus mendominasi serangan siber pada seluler. Tahun lalu saja, Avast melacak banyak aplikasi palsu yang menggunakan platform apklab.io.Avast. Beberapa diantaranya bahkan ditemukan di Google Play Store.

Kembalinya Trojan perbankan pada perangkat mobile tahun lalu juga sangat menonjol. Pertumbuhan ancaman ini tercatat sebesar 150 persen dari tahun ke tahun. Padahal awalnya hanya tiga persen saja. Jadi, waspada boleh tapi jangan merasa ditakut-takuti. Semoga bermanfaat. [red]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel