TV Samsung Teknologi Quantum Processor Seharga Rp1,5 Miliar, Apa Gunanya ?

Samsung baru saja merilis jajaran TV mewahnya. Harga TV tersebut dilepas mulai dari Rp 80 jutaan sampai Rp 1,5 miliar. Ya, harganya terbilang tinggi. Setara mobil mewah pabrikan Eropa yang cukup banyak beredar di Indonesia.


Samsung baru saja merilis jajaran TV mewahnya. Harga TV tersebut dilepas mulai dari Rp 80 jutaan sampai Rp 1,5 miliar. Ya, harganya terbilang tinggi. Setara mobil mewah pabrikan Eropa yang cukup banyak beredar di Indonesia.

beri.web.id - Apa yang membuat TV tersebut begitu mahal? Jawabannya yang paling mudah dicerna adalah kualitas gambarnya. TV tersebut mampu menyajikan gambar dengan resolusi 8K. Sebagai gambaran, resolusi 8K memiliki 7.680 x 4.320 piksel. Apa bedanya dengan kualitas 4K? Jauh. Sungguh jauh.

TV Samsung QLED 8K terbaru hadir dengan ukuran empat kali lipat kualitas Ultra High Definition (UHD) atau 4K. Lebih jauh lagi, dibandingkan dengan kualitas FHD atau 2K. TV 8K melompat jauh sebanyak 16 kali lipat lebih mumpuni ketimbang resolusi tersebut. Pantas saja harganya mahal.

Lantas apa gunanya layar beresolusi 8K jika konten 4K saja masih terbatas? Pertanyaan tersebut pun muncul dari benak kami yang sepanjang hari mungkin masih menjumpai minimnya konten beresolusi 4K. 

Jawabannya betul, memang belum banyak. Bahkan sangat jarang dan terbatas sekali konten 4K. Kini sudah hadir layar 8K.

Samsung Electronics membekali TV 8K-nya dengan Quantum Processor keluaran 2019 ini. Perangkat canggih ini dibangun dari Q Processor yang diperkenalkan dalam model QLED 2018.

Prosesor tersebut diklaim telah ditingkatkan dan sekarang dapat mendukung resolusi 8K di seri Q900. Ini adalah otak TV 8K yang bertanggung jawab untuk mengelola empat fungsi utama. 

Pertama kualitas gambar, peningkatan 8K, pengurangan noise, kontrol warna, dan penguasaan HDR suara. Selain gambar, kualitas suara juga menjadi keunggulan TV ini.

Peningkatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dari prosesor tersebut dijuluki AI Upscaling. Pendekatan Samsung untuk peningkatan skala berbasis AI disebut Machine Learning Super Resolution atau MLSR. 

Machine Learning dijabarkan pihak Samsung dalam seminar teknologinya dimulai dengan evaluasi jutaan gambar beresolusi rendah dan beresolusi tinggi.

Secara sederhana, Quantum Processor memungkinkan untuk mengolah gambar. Mengubah gambar biasa menjadi gambar berkualitas 8K dengan prosesor yang mempelajari sinyal gambar yang masuk. 

Misalnya, sumber gambar kualitasnya HD, dengan AI Prosesor, gambar HD bisa diproses untuk menghasilkan output yang lebih tinggi dalam hal ini resolusi 8K.

Tidak akan sebagus konten originalnya memang. Tapi paling tidak konsumen bisa menikmati konten 8K dari sumber-sumber yang ada saat ini, mulai dari SD, HD, FHD, dan 4K. Sumber-sumber gambar bisa diperoleh dalam bentuk apapun. 

Mulai dari layanan streaming, transfer data dengan H Definition Multimedia Interface (HDMI), Set-Top Boks bahkan konsol game sekalipun bisa dibuat memiliki tampilan 8K.

Walaupun sumber-sumber tersebut memiliki kualitas gambar rendah dalam hal ini SD sebagai ukuran terendah, dengan prosesor canggih itu memungkinkan gambar diolah dan mengeluarkan tampilan 8K. 

Begitulah cara Samsung 'mengakali' keterbatasan konten 8K. Dengan prosesor canggihnya, Samsung mampu mengubah resolusi rendah menjadi tontonan berkualitas 8K.

Seperti sudah kami beritakan sebelumnya, Samsung menghadirkan empat varian TV 8K. Semuanya akan dibawa ke Indonesia dan memiliki nama seri Q950R dengan masing-masing ukuran 65 inchi, 75 inchi, 82 inchi, dan 98 inchi.

Keempat TV tersebut akan mendarat di Indonesia pada April dan Mei 2019. Masing-masing varian tentu dibanderol berbeda. Untuk ukuran 65 inchi seharga 80,499 juta dan ukuran 75 inci Rp 119,999 juta. 

Kemudian ukuran 82 inchi Rp 166,999 juta, sedangkan yang paling mahal ukuran 98 inchi Rp 1,499 miliar.

Dengan harganya yang semahal itu, Samsung Indonesia pede produknya akan tetap diminati oleh konsumen mereka dari level perusahaan hingga konsumen di kalangan 'sultan' alias berkantong tebal. Menurut Samsung, konsumen Indonesia sudah banyak beralih ke TV layar besar dan semakin digemari. (JawaPos)
loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel