[BERITA TERKINI] Wuling Tarik 19.680 Mobil hingga Tips Memilih Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran

Berita dunia otomotif hari ini cukup mengejutkan. Ada berita salah satu pabrik pendatang baru di dunia otomotif menarik belasan ribu unitnya hingga tips memilih mobil bekas untuk mudik lebaran.

Berita dunia otomotif hari ini cukup mengejutkan. Ada berita salah satu pabrik pendatang baru di dunia otomotif menarik belasan ribu unitnya hingga tips memilih mobil bekas untuk mudik lebaran. 

Apa saja rangkuman berita otomotif hari ini ? berikut ulasannya :

1. Wuling Recall 19.680 Mobil Baojun 560


Shanghai General Motors Wuling (SGMW) akan menarik 19.680 mobil atas masalah perangkat lunak unit kontrol elektronik (ECU) mesin mulai 5 Juni, menurut pengawas kualitas produk Cina.

Dilansir tempo.co, Selasa 14 Mei 2019, kendaraan yang terkena dampak melibatkan model Baojun 560 yang diproduksi mulai 29 Juni 2017 hingga 30 November 2017, menurut Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar.

Peredam pegas pada transmisi akan mengalami guncangan tidak normal karena cacat pada perangkat lunak ECU mesin, yang dapat menyebabkan kerusakan pada suspensi dalam kasus-kasus ekstrem, catat administrasi.

Dalam proses recall ini, SGMW mengatakan akan meningkatkan perangkat lunak ECU dan mengubah peredam dalam transmisi tanpa dipungut biaya alias gratis untuk kendaraan yang terkena dampak.

Wuling merupakan pendatang baru di industri otomotif di Indonesia. Wuling saat ini sudah memiliki pabrik perakitan di Cikarang, Bekas, Jawa Barat. Pabrik ini merakit model Wuling Confero, Wuling Cortez, dan Wuling Almaz. Model yang ditarik di Cina saat ini belum dipasarkan di Indonesia.

Di waktu yang sama, sebuah usaha patungan antara SAIC Motor yang berbasis di Shanghai dan General Motors, mengumumkan akan menarik 7.779 kendaraan karena power steering elektronik yang rusak. 



2. Industri Komponen Otomotif RI Kalah dari Thailand dan Vietnam


Direktur JenderaI Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengungkapkan komponen otomotif dari industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia masih tertinggal dari Thailand dan Vietnam di pasar ekspor. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, salah satunya karena pasar otomotif di kedua negara tersebut lebih maju.

"(Kompetitor Indonesia) yang paling dekat ya Thailand lah. (Mereka lebih unggul) iya karena memang mereka lebih dekat ke pasar untuk otomotif ya. Pertama Thailand karena lebih banyak pabrik otomotif di sana kan. Yang kedua ya Vietnam," katanya seperti dikutip dari laman finance.detik.com, Selasa (14/5/2019).

Di samping itu, dia menilai komponen otomotif dari IKM di Indonesia masih perlu dibenahi. Kualitas komponen otomotif Indonesia harus dipertahankan kualitasnya.

"Tetap itu adalah kualitas, konsistensi daripada kualitas mereka. Nah ini balik lagi SDM," sebutnya.

Meski saat ini masih tertinggal, dia meyakini komponen otomotif dari IKM ini bisa didorong untuk bersaing di pasar ekspor. Di saat yang sama, kualitas SDM juga perlu ditingkatkan dan kebutuhan produksi dari IKM ini juga perlu mendapatkan dukungan penuh pemerintah.

"Saya yakin dan percaya pasar untuk otomotif itu besar. Yang paling penting sebenarnya pasar buat mereka. Kalau pasarnya ada kita tinggal kejar, jadi simultan, pasarnya ada SDM-nya dibantu, mesin dan peralatannya dibantu," tambahnya.

Adapun komponen otomotif yang dimaksud meliputi sistem pendingin mobil atau ac, knalpot, busi, ban dan suku cadang lainnya yang dibutuhkan kendaraan bermotor.


3. Penjualan Mobil Listrik Melonjak


Pasar kendaraan energi terbarukan (New Energy Vehicle/NEV) di Cina mencatat pertumbuhan yang kuat pada periode Januari-April di tengah lesunya sektor otomotif. NEV merupakan mobil ramah lingkungan yang meliputi mobil hybrid, plug-in hybrid, mobil berbahan bakar hidrogen (fuel cell), dan mobil listrik (full electric vehicle).

Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Otomotif Cina menunjukkan sekitar 360 ribu mobil NEV terjual dalam empat bulan pertama 2019, melonjak 59,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, Senin, 13 Mei 2019. Produksi juga naik 58,5 persen Year on Year.

Penjualan kendaraan listrik murni naik 65,2 persen selama periode itu menjadi 277.600 unit, dan penjualan kendaraan plug-in hybrid melonjak 43,66 persen menjadi 82.200 pada periode yang sama, kata asosiasi itu seperti dilansir China Daily, Selasa, 14 Mei 2019. 


Cina menjual 96.800 NEV pada bulan April, naik 18,15 persen YoY, sedangkan outputnya mencapai 101.600, meningkat 25,03 persen dari tahun sebelumnya. 


Kinerja NEV yang kuat muncul setelah upaya pemerintah untuk meningkatkan pasar NEV dengan menawarkan pembebasan pajak dan diskon pembelian mobil untuk mengurangi polusi dan mendorong transportasi hijau. 


Data terbaru juga menunjukkan sektor otomotif yang lebih luas tetap lesu karena total penjualan dan produksi mobil untuk empat bulan pertama turun masing-masing 12,12 persen dan 10,98 persen. Penurunan sedikit meluas dari yang terdaftar pada kuartal pertama, kata asosiasi. 



4. Tips Mmilih Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran


Pembelian mobil bekas boleh jadi pilihan bagi sebagian kalangan yang ingin memboyong keluarga ke kampung halaman pada musim mudik Lebaran 2019.

Mobil bekas punya beberapa kelebihan, antara lain harga lebih miring, ragam pilihan mobil yang menyesuaikan anggaran, hingga unit kendaraan yang langsung dibawa pulang tanpa menunggu proses keluarnya Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) layaknya mobil baru.

Namun membeli mobil bekas bukanlah hal mudah, terutama untuk pembeli mobil pertama. Jika mendapatkan unit yang kurang beres, maka isi kantong Anda akan terkuras untuk keperluan servis dan perjalanan mudik menjadi tidak nyaman.

Berikut sejumlah hal yang harus Anda perhatikan sebelum membeli mobil bekas untuk mudik yang dikutip dari otomotif.bisnis.com :

a.  Interior


Halomoan Fischer, Presiden Direktur gerai penjualan mobil bekas Mobil88, mengatakan salah satu cara menilai mobil bekas yang terawat adalah dengan memperhatikan bagian dalam kabin mobil.

Menurut Halomoan, interior yang masih bagus menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya memperhatikan kebersihan dan perawatan mobil.

"Ingin tahu bagaimana mobil itu dirawat bagus? Lihat interiornya. Kalau dalamnya bersih, misal karpet, dashboard, kursi, plafon terawat, artinya pemilik sebelumnya mengurus mobil dengan baik," kata Halomoan kepada media beberapa waktu lalu.

b.  Gerai terpercaya


Hal kedua yang harus menjadi perhatian menurut Halomoan adalah, calon konsumen diharapkan membeli mobil di gerai-gerai terpercaya.

"Kita harus tahu bagaimana mobil itu sebelumnya. Makanya beli di jaringan yang terpercaya. Mudik itu perjalanan jauh, kasihan kan kalau sampai bermasalah di jalan," jelas Halomoan.

Gerai penjualan mobil bekas yang baik akan menjelaskan dari mana mobil itu didapat, karakter pemilik sebelumnya, hingga riwayat servis mobil itu.

Penjual mobil bekas terpercaya juga akan menawarkan opsi mobil lain sesuai anggaran calon konsumen, apabila mobil incaran itu tidak memenuhi ekspektasi. Gerai-gerai berjaringan baik biasanya memiliki stok mobil yang beragam.

c.  Bawa ke bengkel resmi


Jika Anda sudah menentukan pilihan mobil bekas tapi tidak kompeten dalam menilai kelayakan mesin, Anda bisa membawa mobil tersebut ke bengkel resmi dengan ditemani tenaga penjual gerai mobil bekas.

Untuk langkah ini, Anda akan mengeluarkan dana pemeriksaan mobil dari kantong sendiri. Namun, hal itu lebih baik ketimbang mobil incaran Anda ternyata bermasalah setelah dibeli.

Selain itu, penjual mobil bekas berkualitas biasanya siap membuktikan kelayakan barang dagangannya, dan bersedia mobilnya diperiksa oleh teknisi lain.  [red]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel