Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ternyata Begini Golongan Subjek Pajak Expatriat (warga Asing) dan Non Subjek !

Mengenal Golongan Subjek Pajak Expatriat dan Non Subjek !

Semakin berkembangnya dunia, perekonomian suatu negara juga harus maju. Di negara Indonesia, salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri adalah dengan menarik para investor asing.  Secara tidak langsung, orang asing juga akan ada di Indonesia dan diwajibkan untuk membayar Pajak Expatriat.

Kenapa warga negara asing juga diharuskan membayar pajak penghasilan? Hal ini dikarenakan penerimaan negara bisa meningkat dengan berasal dari sumber pendapatan penghasilan pribadi. Selain itu, pajak dengan penghasilan expatriat memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan penghasilan tenaga kerja yang didapatkan di Indonesia. Hal ini merupakan timbal balik yang diberikan.

Seseorang yang dikenakan Pajak Expatriat adalah mereka yang menetap sementara dari tempat mereka dilahirkan dan juga dibesarkan. Dengan kata lain, seseorang yang dengan kewarganegaraan asing dan tinggal di luar tempat ia lahir dan tumbuh. Untuk pelaku usaha atau tenaga kerja yang wajib membayar pajak penghasilan adalah mereka yang bertugas di negara luar dengan tujuan profesional.

Selain membayar pajak tersebut, seorang tenaga kerja asing juga diharuskan untuk membayar pajak penghasilan orang pribadi menurut pasal 21. Jika banyak yang tidak melaporkan pajak, maka pendapatan dalam negeri juga sulit untuk berkembang. Padahal, dengan membantu perekonomian suatu negara, masyarakatnya juga bisa menjadi lebih maju dalam usaha.

Pajak tersebut memiliki dua jenis status yakni status subjek luar negeri dan subjek dalam negeri. Selain berfokus pada subjek, ada juga yang bersifat non subjek. Lalu apa saja yang tergolong ke dalam hal tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

  1. Subjek Pajak Luar Negeri

Orang pribadi yang memiliki status subjek pajak luar negeri akan mendapatkan pemotongan pajak berdasarkan dengan pajak penghasilan pasal 26. Pajak yang terpotong adalah sebesar 20% dari junlah penerimaan bruto. Ada beberapa yang masuk ke dalam golongan subjek pajak luar negeri. Apa saja itu?

       Orang yang tidak memiliki atau bertempat tinggal di negara Indonesia,

       Orang yang berada di Indonesia tidak melebihi 183 hari dalam kurun waktu 12 bulan,

       Badan yang tidak bertempat di negara Indonesia, tidak menetap, dan tidak melakukan usaha tetap di Indonesia.

 

  1. Subjek Pajak Dalam Negeri

Selain status dengan subjek pajak luar negeri, juga terdapat subjek pajak dalam negeri. Menurut peraturan DJP atau Direktur Jenderal Pajak yang diatur dalam nomor 43/PJ/2011, terdapat beberapa kalangan yang termasuk ke dalam golongan subjek tersebut. Simak ulasannya di bawah ini.

       Orang yang bertempat tinggal di Indonesia,

       Orang yang menetap di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu selama satu tahun,

       Orang yang mempunyai niat untuk menetap dan tinggal di Indonesia,

       Badan usaha yang berada atau didirikan di Indonesia,

 Warisan yang belum terbagi dengan catatan sebagai satu kesatuan dalam menggantikan yang berhak.

 

  1. Non Subjek Pajak

Seorang warga negara asing juga bisa dikategorikan sebagai non subjek pajak dan sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Yang tergolong antara lain:

       Kantor perwakilan dari negara asing,

 Pejabat perwakilan organisasi internasional yang bukan negara Indonesia dan mendapatkan penghasilan dari Indonesia,

● Organisasi internasional yang tidak menjalankan usaha untuk mendapatkan penghasilan dari Indonesia.

Itulah yang termasuk ke dalam golongan subjek pajak luar negeri, subjek pajak dalam negeri, dan non subjek yang berhubungan dengan Pajak Expatriat. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak maka bisa mengunjungi situs permitindo.com. {*/red}


Posting Komentar untuk "Ternyata Begini Golongan Subjek Pajak Expatriat (warga Asing) dan Non Subjek !"