Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ini Dia Cara Membuat MPASI yang Tepat

Ini Dia Cara Membuat MPASI yang Tepat
Via motherandbaby.co.id

1000 hari pertama kehidupan anak adalah masa krusial bagi tumbuh kembangnya. Setelah fase 9 bulan masa pemberian nutrisi di dalam kandungan, fase ASI ekslusif selama 6 bulan bagi Si Kecil merupakan fase kedua, yang rupanya sudah dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan nutrisi di bulan-bulan pertama hidupnya di semesta.

Vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, protein dan cairan yang dibutuhkan dalam 6 bulan pertamanya sudah cukup terpenuhi lewat pemberian ASI. Tetapi, seiring tumbuh kembangnya, zat gizi makro serta mikronutrien seperti vitamin A dan zat besi yang tidak terdapat dalam ASI, menjadikan MPASI sangat penting untuk diberikan. Gizi seimbang diperlukan tidak hanya agar anak lebih sehat dan cerdas, tapi juga membangun kebiasaan makan sehat dengan berbagai variasi makanan alami yang bernutrisi.

MPASI harus diberikan secara bertahap, baik porsi, frekuensi, hingga tingkat kepadatannya.  Lantas, bagaimana sih cara membuat MPASI yang tepat?

Cuci di bawah air mengalir


Keputusan Ibu untuk memilih MPASI rumahan salah satunya adalah karena bisa menjaga kebersihannya. Tidak hanya bahan makanan yang dijadikan MPASI, tetapi juga peralatan masak dan yang lainnya. Memang betul, mencuci sayuran dan buah menjadi PR tersendiri agar bahan makanan tersebut benar-benar higienis sebelum diolah, tetapi merendamnya di air sangat tidak tepat lho, Bu.

Merendam sayuran dan buah-buahan (apalagi yang mengandung vitamin C) hanya akan membuat nutrisinya hilang. Cara yang paling tepat adalah dengan mencucinya di bawah air mengalir, kuman hilang, nutrisi tetap terjaga.

Durasi dan Suhu saat memasak


Mengukus sayuran dan buah adalah pilihan paling tepat agar nutrisi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga sebelum diolah menjadi MPASI. Tetapi, jika Ibu ingin merebusnya, perhatikan durasi dan suhunya saat merebus sayuran atau buah. Rebus dalam air secukupnya dan tidak perlu dengan suhu yang terlalu tinggi ya, Bu.

Tidak menggunakan blender


Meskipun memang praktis untuk menghaluskan bahan makanan, rupanya putaran pisau pada blender mampu menimbulkan panas dan menguraikan beberapa zat gizi, terutama kandungan vitamin, pada makanan yang dimasukkan ke dalam blender.

Jika Ibu tidak memiliki slow cooker, gunakan saja cobek khusus atau dihaluskan dengan bantuan sendok dan pisau.

Perhatikan tingkat kehalusannya


Transisi dari ASI ke makanan pendamping ini tentunya harus berproses. Saat si kecil berusia 6-8 bulan, Ibu memang harus sedikit bersusah payah untuk menyaring bahan makanan yang sudah dihaluskan agar lebih halus lagi, supaya Si Kecil tidak kaget dan masih bisa mencerna MPASI ini meskipun dia pasti masih merasa asing.

Nah, saat usianya bertambah, tekstur MPASI justru diperlukan, agar bayi Ibu tidak hanya mengenal tesktur baru tapi juga bisa mulai belajar mengunyah sebelum menelannya.

Pelajari cara mengolah bahan makanan


Konon, menjadi orang tua adalah pembelajaran seumur hidup. Urusan sesederhana MPASI ini pun ikut ambil bagian.

Misalnya, Ibu ingin membuat puree pir untuk Si Kecil. Jika biasanya kita mengkonsumsi pir ini beserta kulitnya, rupanya hal ini tidak bisa dikonsumsi oleh bayi dalam tahap MPASI awal. Meskipun diolah menjadi puree, kulit pir harus Ibu buang terlebih dulu, barulah si pir ini bisa diberikan sebagai menu MPASI. 

Pelajari lagi cara mengolah bahan makanan yang lain, agar tetap aman dan memberikan manfaat optimal bagi si Kecil. Untungnya, zaman sekarang apa pun bisa dicari di mesin pencari ya, Bu.  Semoga bermanfaat.  [*/red]

Post a Comment for "Ini Dia Cara Membuat MPASI yang Tepat"