2017: Google dan Facebook Keruk 84 Persen Belanja Iklan Digital Dunia

2017 benar-benar menjadi tahun yang baik bagi Google dan Facebook. Pasalnya, 84 persen belanja iklan digital dunia, diraup dua perusahaan teknologi raksasa Amerika ini.
image source: pctechmag.com.

2017 benar-benar menjadi tahun yang baik bagi Google dan Facebook. Pasalnya, 84 persen belanja iklan digital dunia, diraup dua perusahaan teknologi raksasa Amerika ini.


Fakta ini diungkap perusahaan agensi iklan terbesar dunia, GroupM. Hasil penelitian mereka, tahun 2017 ini total belanja iklan digital dunia mencapai Rp1,3 quadriliun atau setara US$100 miliar. pada 2018,

GorupM juga memprediksi belanja iklan digital ini naik 4,3 persen atau sebesar Rp311,8 triliun setara US$23 miliar. Total belanja iklan digital 2018 diprediksi mencapai Rp1,6 quadriliun atau US$123 miliar.

"Kontribusi terbesar total pertumbuhan belanja iklan ini dari dunia digital. Dimotori oleh Google dan Facebook," ungkap Adam Smith yang menjadi futures director dari GroupM seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Jumat (29/12/2017).

Dominasi iklan digital oleh Google dan Facebook ini hanya menyisakan sedikit untuk iklan media online. Hal ini membuat pendapatan iklan bagi perusahaan media online dan platform digital lainnya semakin sedikit.

"Redaksi media hanya kebagian sedikit dari apa yang sudah dibelanjakan (di Google dan Facebook)," lanjut Adam, seperti dikutip Financial Times. Smith khawatir duopoli ini bakal mengurangi keragaman pasar iklan digital.


Duopoli Google dan Facebook


Gelar duopoli ini juga disematkan periset pasar eMarketer. Dalam penelitian yang dilakukan pada pertengahan tahun ini, eMarketer menemukan bahwa Google dan Facebook diperkirakan telah memakan setengah dari pendapatan iklan dunia.

Para pengiklan terikat dengan Google dan Facebook karena memiliki basis massa yang besar. Selain itu mereka juga menawarkan iklan yang bisa disesuaikan dengan target pasar tertentu sesuai keinginan pengiklan.

Meski demikian, Analis Senior Pivotal Research, Brian Wieser memprediksi iklan digital akan segera mendekati titik jenuh. Sebab belakangan pertumbuhan pasar iklan digital tak begitu agresif. [red]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel