Loading...

Alergi Kulit pada Anak, Jangan Sepelekan yang ini

Moms mungkin pernah mengalami betapa repotnya ketika anak alergi kulit. Rewel karena gatal, kulit anak tampak bintik-bintik merah adalah salah satu gejala klinis alergi kulit pada anak.



Moms mungkin pernah mengalami betapa repotnya ketika anak alergi kulit. Rewel karena gatal, kulit anak tampak bintik-bintik merah adalah salah satu gejala klinis alergi kulit pada anak.

Alergi kulit pada anak tidak bisa dianggap sepele moms. Sebab alergi itu membuat buah hati merasa tidak nyaman. Suasana hati anak juga menjadi tidak karuan. Imbasnya suasana hati kita orang tua pun menjadi tidak nyaman karena kasihan dengan apa yang dialami anak kita.

Karena itu ada baiknya moms memahami betul jenis-jenis dan penyebab alergi kulit pada anak-anak yang saya rangkum dari berbagai sumber terpecaya berikut ini.

1. Eczema atau Eksim


Dermatitis atopic atau eczema atau eksim merupakan masalah kulit kronis. Gejala klinisnya, kulit terasa rasa gatal dan bengkak. Masalah kulit ini dilaporkan menyerang 0-20 persen anak balita, 60 persen diantaranya mulai usia 1 tahun dan 30 persen mulai usia 5 tahun.

Jika moms menlihat gejala eczema pada anak, itu artinya pertanda awal alergi pada anak kita. Umumnya, masalah kulit ini akan perlahan menghilang seiring tumbuh kembang usia anak-anak dan berubah menjadi alergi di saluran pernafasan.

Gejala klinis alergi pada kulit anak jenis ini biasanya berawal dari kulit kering pada bagian pipi, lengan, dan kaki. Jika gatal terus digaruk, eczema bisa menyebabkan kulit luka bahkan infeksi.

Penyebab Echzema atau eksim ini bisa karena faktor genetik, sistem imun yang tidak normal, faktor lingkungan, atau karena aktifitas yang membuat kulit menjadi semakin sensitif.

Sebuah data melaporkan, ada sekitar 33-63 persen anak yang memiliki masalah eczema juga biasanya memiliki alergi terhadap beberapa makanan tertentu.

Moms tidak perlu terlalu khawatir. Segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab alergi kulit pada anak. Dengan begiu moms bisa mengindari penyebab alergi kulit pada buah hati sehingga tidak kambuh lagi.

Moms juga harus memastikan asupan gizi yang dikonsumsi buah hati sesuai kebutuhannya. Hentikan memberi makanan jenis tertentu jika membuat sang buah hati kembali memperlihatkan gejala alergi.

Sebab, kendati tidak menular, rasa gatal karena alergi kulit justru akan membuat kondisi kulit anak semakin buruk. Karenanya, jaga kebersihan kulit anak, hentikan aktifitas anak menggaruk kulit, dan berkonsultasilah pada dokter jika membutuhkan pengobatan medis.

Namun, untuk penanganannya di rumah, upayakan jangan memandikan anak dengan air panas sebab akan membuat kulit semakin kering. Hindari pula berendam lama-lama di air. Gunakan produk pembersih kulit atau pelembab yang aman sesuai jenis kulit anak. Tidak lupa, untuk menggunting kuku anak secara rutin dan kenakan pakaian dengan jenis kain yang nyaman untuk kulit anak-anak.

2. Urtikaria atau Biduran


Moms tentu pernah mendengar istilah Biduran atau Urtikaria. Biduran merupakan alergi pada kulit sebagai reaksi dari hal tertentu, namun tenang saja, Biduran tidak berbahaya. Masalah kulit ini bisa saja muncul pada semua bagian organ tubuh dan berlangsung beberapa jam bahkan seminggu hingga lebih.

Gejalanya adalah bintik-bintik kecil hingga besar sekali terlihat seperti cincin atau sekumpulan cincin kecil yang saling berkelompok dan bisa berpindah- pindah dari satu area ke area kulit lainnya.

Biduran juga terasa gatal dan timbul pada permukaan kulit. Jika ditekan, umumnya akan berubah warna menjadi putih.

Penyebab Biduran ada banyak. Beberapa penyebabnya umumnya faktor makanan, teruma jenis kacang-kacangan, telur atau seafood. Biduran bisa juga disebabkan reaksi atas obat atau antibiotik, perubahan cuaca, infeksi, bahkan serbuk bunga pun bisa memicu biduran.

Jika anak terkena Biduran, perhatikanlah penyebabnya. Hindari pemicunya dan tidak lupa segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Di rumah, moms juga bisa menanganinya dengan memberi pakaian yang longgar, tidak panas, serta hindari anak menggaruk kulitnya.

3. Dermatitis Kontak


Untuk jenis alergi kulit yang satu ini, mungkin tidak hanya menyerang pada anak-anak saja moms. Kita orang dewasa pun boleh jadi pernah mengalaminya. Ya, tiba-tiba gatal-gatal setelah mengenakan aksesoris seperti jam atau perhiasan. Itulah jenis alergi Dematitis Kontak, alergi akibat kontak terhadap pemicu tertentu.

Beberapa gejala contact dermatitis diantaranya kulit terasa sakit, memerah, bengkak, gatal, kulit kering atau terkelupas.

Penyebabnya boleh jadi karena sabun atau detergen, air liur, air pipis, lotion, parfum, metal, lateks, tanaman tertentu yang jika bersentuhan langsung dengan kulit akan memicu gejala dermatitis kontak.

Untuk menangani alergi ini, pertama cuci bersih kulit anak dengan air dan sabun sesegera mungkin. Lakukan kompres dengan kain basah supaya meredakan bengkak. Moms juga bisa memberikan krem kortikosteroid sesuai anjuran medis. Segera konsultasikan ke dokter jika alergi ini tidak lekas pulih. Semoga bermanfaat ya moms. [red/*]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel