Keren, Teknologi ini Mampu Melacak Selera Konsumen

Pelaku dunia industri properti kian mengembangkan teknologi.  Baru-baru ini, mereka mengembangkan teknologi yang mampu melacak selera konsumen.  

Pelaku dunia industri properti kian mengembangkan teknologi.  Baru-baru ini, mereka mengembangkan teknologi yang mampu melacak selera konsumen.
image source: PYMNTS.com


Inovasi teknologi ini dilatarbelakangi hasil riset yang menunjukan bahwa banyak konsumen mengambil keputusan membeli secara irasional.  Tak sedikit pertimbangan konsumen untuk membeli properti ternyata diluar dugaan pelaku dunia usaha di sektor ini.


Adalah teknologi biometric neuromarketing.  Teknologi ini digunakan dalam bisnis marketing dengan memanfaatkan eye-tracking.  Cara kerjanya dengan mengukur gerakan mata untuk menentukan jenis informasi yang dilihat seseorang, urutannya dan berapa lama calon konsumen memandang tempat tertentu.

Teknologi ini diklaim menggunakan algoritma canggih. yang memungkinkan penggunanya mengukur posisi mata dan menentukan secara tepat letak fokusnya.  Teknologi eye-tracking  disebut-sebut dapat menghasilkan insight dan perspektif baru mengenai perilaku konsumen yang tidak pernah dihasilkan melalui metode riset konvensional  seperti survei, interview, bahkan focus group discussion (FGD).

"Teknologi biometric ini menjawab lebih akurat bagaimana proses pengambilan keputusan membeli oleh konsumen," kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung seperti dikutip dari laman republika.co.id, Kamis (19/4/2018).

Teknologi ini juga sempat diujicobakan kepada beberapa responden untuk menjadi partisipan sebagai property seeker. Responden diperlihatkan beberapa template gambar properti dari perangkat yang sudah dihubungkan dengan teknologi eye-tracking untuk kemudian direkam dan dianalisis. Setelah itu, konsumen disodori beberapa pertanyaan kuantitatif terkait gambar-gambar tersebut untuk mendapatkan insight lebih dalam.

Indikator yang diambil diantaranya brand awareness, quality perception, price perception, favorability, dan project interest. Skor tertinggi di setiap indikator tersebutlah pemenangnya. Hasil ini diklaim bisa dipertangungjawabkan.

Riset biometric ini bersifat kualitatif sehingga akan lebih cocok digunakan untuk menjual produk kepada konsumen, bukan antar lembaga.  Kelemahannya, mereka yang bisa menggunakan teknologi ini disyaratkan memiliki kualifikasi khusus agar hasilnya lebih akurat lagi.  [red]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel